Sunday, November 17, 2013

Fakta Tentang Anak Autistik


Berdasarkan hasil penelitian para ahli terhadap kelainan anak autistic, diperoleh fakta-fakta sebagia berikut.
1.      Etiologi anak autistic disebabkan oleh factor-faktor biologis dan factor-faktor interpersonal. Menurut faktor biologis ternyata factor genetika memegang peranan penting (Wenar, C. dan Kerig, P., 2006:141-158).
2.      Perilaku menyimpang seperti destruktif, impulsive,stereotype, dan repetitive disebabkan adanya ketidakfungsian integrasi sensoris dalam otak (Kranowiz, C. S., 2002 dan 1998)
3.      Jika mendapatkan intervensi secara tepat sejak dini dalam kehidupannya, maka symptoms dapat diturunkan (Autism Network, Desember 2001, vol. VII, No. 3, P. 1).

Bagaimana Perkembangan Sekolah Inklusif Di Negeri Kita Indonesia ?

Pendidikan Inklusif di Indonesia baru berkembang sejak tahun 2000an. Pendidikan Insklusif diupayakan dapat berkembang dan diterapkan ke sekolah-sekolah regular agar tidak ada jurang pemisah antara ABK dengan anak-anak normal.
Mengingat perundang-undangan RI yang menyatakan adanya kesamaan HAM untuk mendapatkan pendidikan yang maksimal serta perlakuan yang sama, antara ABK dengan anak normal pada umumnya.
Kesamaan HAM tentang pendidikan Inklusif ini sangat didukung dengan adanya pendapat dari :
-          Stainback (1990) Sekolah Inklusif adalah Sekolah yang menampung semua siswa di kelas yang sama.
-          Staub dan Peck (1995) mengemukakan bahwa Pendidikan Inklusif adalah Penempatan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tingkat ringan, sedang dan berat, secara penuh di kelas reguler.

Perkembangan Kognitif Anak Autistik (Cognitive Development)


Tahukah kamu bahwa anak dengan sindrom autistic memiliki tingkat intelegensi yang bervariasi? Mereka mempunyai rerata sam dengan tunagrahita berat. Anak-anak dengan asperger’s syndrome mempunyai kemampuan kognitif yang unggul daripada penyandang kelainan sindrom autistic. Itu sebabnya apa yang kita ajarkan kepada anak autistic tidak dapat diterima dengan baik, secara umum hasil tes IQ anak penyandang sindrom autistic memiliki skor rendah.

Faktor Biologis dapat Berpengaruh pada Terjadinya Anak Autistik


            Banyak faktor yang dapat menyebabkan anak menjadi autis, salah satunya adalah factor biologis. Kali ini saya akan memaparkan  tentang salah satu faktor yang dapat menimbulkan autistic. Faktor-faktor biologis tersebut adalah sebagai berikut :
a.       Faktor lingkungan (environmental factors), misalnya penyakit rubella yang diidap ibu yang sedang hamil dapat meningkatkan terjadinya janin dengan sindrom autistic.
b.      Faktor genetika (genetic factors) yaitu factor yang memegang peranan penting terjadinya anakautistik. Perbandingan antara orangtua yang mempunyai anak autistic dan orantua yang anaknya normal adalah 15:30. Populasi umum terhadap anak kembar antara 36% hingga 91% untuk Mz (Monozygotic twins) dan 0% hingga 5% untuk Dz (dyzigotic twins). Ada juga pasangan kembar autistic laiinya yang mempunyai beberapa karakteristik dengan tingkat yang lebih rendah, yaitu autism phenotype yang memiliki cirri-ciri kognitifnya lemah, perkembangan berbahasanya terlambat, dan mempunyai hendaya sosial yang terus-menerus.
c.       Factor neuropsikologis (neuropsychological factors), anak dengan sindrom autistic atau kelainan pervasive (bersidat menetap)banyak dipengaruhi fungsi-fungsi psikologisnya.

TAHUKAH KALIAN HENDAYA YANG DIALAMI ANAK DI LUAR KEWAJARAN?


Kita telah mengenal tentang pengertian dasar tentang anak dengan sindrom autistic pada artikel-artikel yang telah dipostkan sebelumnya. Pada kali ini saya ingin mengangkat tentang hendaya-hendaya pada anak di luar kewajaran yang membuat mereka terkendala karenanya.
Anak di luar kewajaran merupakan istilah lain terhadap anak autistic yang mempunyai gejala-gejala autistic. Gejala kelainan tersebut adalah :
-          isolasi sosial (social isolation)
-          hendaya perkembangan fungsional (mental retardation)
-          ketidakmampuan berbahasa (language deficits)

SIAPA SAJA YANG DAPAT MEMILIKI RESIKO MENJADI PENYANDANG AUTISTIK? BAGAIMANA KEADAAN PENYANDANG AUTISTIK ?


            Resiko menjadi penyandang autistik pasti ada, hal tersebut terjadi karena adanya faktor-faktor pemicu. Prevalensi anak penyandang autistik tidak berkaitan dengan tingkat kelas sosial tertentu atau etnik tertentu seperti yang diperoleh dari penelitian-penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa anak dengan sindrom autistik terjadi pada keluarga dengan tingkat sosial yang tinggi (Wenar, C. dan Kerig, P., 2006:131).

Tuesday, November 12, 2013

Diagnosis dini gejala Autisme pada anak


            Kita mengetahui bahwa perlu adanya deteksi dini pada anak di usia dini mereka sebagai bentuk pemeriksaan atau kegiatan untuk menemukan gangguan tumbuh kembang anak sejak dini. Diasumsikan bahwa jika gangguan ditemukan pada anak sejak dini akan lebih mudah diperbaiki dan mendapatkan penanganan lebih intensif pada gangguan yang dialami.
Jika tidak tidak terdapat gangguan (anak normal), adanya tindakan stimulasi dini sangat berperan. Stimulasi dini merupakan kegiatan perangsangan dan latihan-latihan terhadap kepandaian anak yang datangnya dari lingkungan di luar anak, dengan tujuan membantu anak mencapai tingkat perkembangan yang optimal sesuai tahapan usianya. Sedangkan jika terdapat gangguan terhadap anak, bentuk penanganan yang diambil adalah intervensi dini. Intervensi dini merupakan kegiatan merangsang kemampuan dasar anak,tujuannya adalah untuk mengejar ketertinggalan dan agar penyimpangan yang terjadi tidak bertambah berat, intervensi dini dilakukan pada anak dengan hambatan perkembangan atau yang memiliki faktor resiko.