Tahukah kamu bahwa anak dengan sindrom autistic memiliki
tingkat intelegensi yang bervariasi? Mereka mempunyai rerata sam dengan
tunagrahita berat. Anak-anak dengan asperger’s syndrome mempunyai kemampuan
kognitif yang unggul daripada penyandang kelainan sindrom autistic. Itu sebabnya
apa yang kita ajarkan kepada anak autistic tidak dapat diterima dengan baik, secara
umum hasil tes IQ anak penyandang sindrom autistic memiliki skor rendah.
Arah penarikan kesimpulan atau asesmen adalah social
reasoning, yaitu asesmen untuk pemahaman (comprehension) Wechsler Intelligence
Scale for Children. Dalam hal ini mereka menanyakan tentang bagaimana caranya
jika yang bersangkutan kehilangan dompet berisi uang. Secara kontras, anak
penyandang sindrom autistic menunjukkan nilai baik dalam melaksanakan tugas
yang berkaitan dengan alas an mengenai benda-benda nyata (concrete object). Contohnya,
bentuk tes block design yang memerlukan kemampuan memecahkan masalah pada
teka-teki visual (Firth, 2003 dalam Wenar, C. dan Kerig, P., 2006: 133).
Anak autistic lebih mampu saat melakukan tugas-tugas
yang mengacuhkan konteks. Contohnya, anak autistic mampu menyelesaikan tugas
menyimpan atau membuat gambar yang harus diselesaikan dalam bentuk geometri
yang kompleks. Di sisi lain, anak-anak dengan perkembangan khusus mendapatkan
kesulitan saat mengambil suatu objek, tetapi anak autistic melakukannya dengan
baik.
Data ini menunjukkan bahwa perbedaan-perbedaan dalam
berpikir anak-anak autistic tidak menunjukan adanya kekurangan-kekurangan. Dapat
disimpulkan bahwa karakteristik berpikir anak autistic yang memfokuskan pada
bagian-bagian kecil (details) dan mengacuhkan atau mengabaikan bentuk gambar
secara keseluruhan merupakan suatu keadaan yang disebut a lack of central coherence (Firth, 2003 dalam Wenar, C. dan Kerig,
P., 2006:134). Anak autistic memilik sesuatu yang tidak dimiliki oleh anak
normal, dan dengan adanya pembuktian tersebut tidak dapat dikatakan bahwa tes
IQ yang selama ini menjadi tolak ukur itu akurat. Hal ini disesbabkan test IQ
tidak peka sebagai alat ukur, untuk mengukur bentuk-bentuk nonstandard intelligensi
anak autistic (Firth,2003).
Sumber
: Buku Pendidikan Anak Autistik (Prof. Dr. Bandi Delphie, M.A., S.E.)
1 comment:
tampilan blog sudah cukup bagus, cukup menarik. artikel mudah untuk dibaca. terima kasih ilmunya.
Post a Comment