Sunday, November 17, 2013

Perkembangan Kognitif Anak Autistik (Cognitive Development)


Tahukah kamu bahwa anak dengan sindrom autistic memiliki tingkat intelegensi yang bervariasi? Mereka mempunyai rerata sam dengan tunagrahita berat. Anak-anak dengan asperger’s syndrome mempunyai kemampuan kognitif yang unggul daripada penyandang kelainan sindrom autistic. Itu sebabnya apa yang kita ajarkan kepada anak autistic tidak dapat diterima dengan baik, secara umum hasil tes IQ anak penyandang sindrom autistic memiliki skor rendah.

Arah penarikan kesimpulan atau asesmen adalah social reasoning, yaitu asesmen untuk pemahaman (comprehension) Wechsler Intelligence Scale for Children. Dalam hal ini mereka menanyakan tentang bagaimana caranya jika yang bersangkutan kehilangan dompet berisi uang. Secara kontras, anak penyandang sindrom autistic menunjukkan nilai baik dalam melaksanakan tugas yang berkaitan dengan alas an mengenai benda-benda nyata (concrete object). Contohnya, bentuk tes block design yang memerlukan kemampuan memecahkan masalah pada teka-teki visual (Firth, 2003 dalam Wenar, C. dan Kerig, P., 2006: 133).
Anak autistic lebih mampu saat melakukan tugas-tugas yang mengacuhkan konteks. Contohnya, anak autistic mampu menyelesaikan tugas menyimpan atau membuat gambar yang harus diselesaikan dalam bentuk geometri yang kompleks. Di sisi lain, anak-anak dengan perkembangan khusus mendapatkan kesulitan saat mengambil suatu objek, tetapi anak autistic melakukannya dengan baik.
Data ini menunjukkan bahwa perbedaan-perbedaan dalam berpikir anak-anak autistic tidak menunjukan adanya kekurangan-kekurangan. Dapat disimpulkan bahwa karakteristik berpikir anak autistic yang memfokuskan pada bagian-bagian kecil (details) dan mengacuhkan atau mengabaikan bentuk gambar secara keseluruhan merupakan suatu keadaan yang disebut a lack of central coherence (Firth, 2003 dalam Wenar, C. dan Kerig, P., 2006:134). Anak autistic memilik sesuatu yang tidak dimiliki oleh anak normal, dan dengan adanya pembuktian tersebut tidak dapat dikatakan bahwa tes IQ yang selama ini menjadi tolak ukur itu akurat. Hal ini disesbabkan test IQ tidak peka sebagai alat ukur, untuk mengukur bentuk-bentuk nonstandard intelligensi anak autistic (Firth,2003).

Sumber : Buku Pendidikan Anak Autistik (Prof. Dr. Bandi Delphie, M.A., S.E.)



1 comment:

Unknown said...

tampilan blog sudah cukup bagus, cukup menarik. artikel mudah untuk dibaca. terima kasih ilmunya.