Wednesday, November 6, 2013

Siapakah Anak Autistic Disorders? Kenali Mereka Lebih Dekat


            Kita tentu sering mendengar atau bahkan sering menemukan Anak yang mengalami syndrome autistic, tapi banyak dari kita yang belum mengenal dan memahami secara spesifik tentang Anak Autistik, pada artikel ini akan dibahas tentang Anak Autistik agar kita lebih memahami mereka. Anak autistik merupakan anak dengan hendaya perkembangan atau developmental disorders, kelainannya sangat memengaruhi diri anka dalam berbagai aspek lingkungan kehidupan dan pengalaman-pengalamannya.

Dalam kehidupan, masyarakat mengenali anak dengan sindrom autistik sebagai hendaya perkembangan pervasif atau pervasive developmental disorders (PDD). Namun, Siegel, B. (1996:9) memberikan gambaran secara terperinci tentang hubungan yang erat di antara asperger’s syndrome, fragile-X  syndrome,retts syndrome, dan anak-anak dengan hendaya disintegrative yang berbeda dalam kelompok hendaya perkembangan pervasive (PDD). Hal ini kemudian menghindari salah pengertian di antara masyarakat, dapatlah dikatakan bahwa perlu adanya pemahaman dalam membedakan kata anak autistik (autistic disorders atau autism) dengan PDD yang dikenal dengan istilah autistic spectrum disorders.
            Anak yang mengalami sindrom autistik (autism) dengan kelainan yang serius sejak usia dini terlihat dari sikap dirinya yang selalu berusaha menghindar dari kontak sosial, bahkan terhadap orangtuanya. Penyandang kelainan sindrom semacam ini awalnya ditemukan oleh Leo Kanner (1943; dalam Ward, A. J., 1970: 350) yang disebut dengan early infantile autism atau anak autistic dini. Kata autism berasal dari bahasa Yunani Kuno atau Greek yang berarti self atau diri sendiri, jadi mereka cenderung hidup dalam dunianya sendiri. Banyak juga diantara mereka suka menyakiti dirinya sendiri dan berperilaku sangat ekstrim, misalnya suka melakukan kegiatan gerak yang sama selama berjam-jam setiap waktu atau stereotype (Alloy, L. B. 2005: 93).
Dalam tulisannya, Leo Kanner (1943) memberikan definisi tentang kelainan anak autistic usia dini sebagai tipe kelainan psikis yang sampai sekarang tidak terungkapkan. Tentunya harus dibedakan antara penderita autistic, penderita schizophrenia masa kecil, dan juga dengan penderita oligophrenia yang potensi intelektualnya lebih baik dibandingkan dengan penderita sindrom autistic (Leo Kanner dan Eisenberg, 1956: 557).
            Secara umum anak dengan syndrome autistic memiliki ciri-ciri :
  • -          kesulitan mengenal dan merespon dengan emosi dan isyarat sosial
  • -          tidak bisa menunjukkan perbedaan ekspresi muka secara jelas
  • -          ekspresi emosi kaku
  • -          sering menunjukkan perilaku dan meledak-ledak (tantrum)
  • -          menunjukkan perilaku yan bersifat stereotype (meniru / mengulang)
  • -          sulit untuk diajak berkomunikasi secara verbal
  • -          cenderung menyendiri
  • -          sering mengabaikan situasi disekelilingnya.

SSumber : Buku PENDIDIKAN ANAK AUTISTIK (Prof. Dr. Bandi Delphie, M.A., S.E.)

No comments: