Banyak faktor yang dapat menyebabkan
anak menjadi autis, salah satunya adalah factor biologis. Kali ini saya akan
memaparkan tentang salah satu faktor yang
dapat menimbulkan autistic. Faktor-faktor biologis tersebut adalah sebagai
berikut :
a. Faktor
lingkungan (environmental factors), misalnya penyakit rubella yang diidap ibu
yang sedang hamil dapat meningkatkan terjadinya janin dengan sindrom autistic.
b. Faktor
genetika (genetic factors) yaitu factor yang memegang peranan penting
terjadinya anakautistik. Perbandingan antara orangtua yang mempunyai anak autistic
dan orantua yang anaknya normal adalah 15:30. Populasi umum terhadap anak
kembar antara 36% hingga 91% untuk Mz (Monozygotic twins) dan 0% hingga 5%
untuk Dz (dyzigotic twins). Ada juga pasangan kembar autistic laiinya yang
mempunyai beberapa karakteristik dengan tingkat yang lebih rendah, yaitu autism
phenotype yang memiliki cirri-ciri kognitifnya lemah, perkembangan berbahasanya
terlambat, dan mempunyai hendaya sosial yang terus-menerus.
c. Factor
neuropsikologis (neuropsychological factors), anak dengan sindrom autistic atau
kelainan pervasive (bersidat menetap)banyak dipengaruhi fungsi-fungsi psikologisnya.
d. Penemuan-penemuan
neurokemis (neurochemical findings), yaitu gejala ketidaknormalan pada
neurotransmitters (pesan-pesan yang bersifat khusus yang bertanggung jawab
dalam komunikasi di antara sesl-sel saraf). Pada penderita ini disarankan untuk
menggunakan obat-obatan seperti serotonin, dopamine, norepinephrine, dan endorphines.
Pada penelitian Poistan Emission Tomography (PET) ditemukan bahwa metabolism glukosa
dalam otak anak autistic sangat tinggi (Chugani, 2000 dalam Wenar, C. dan Kerig,
P., 2006: 142).
e. Penemuan-penemuan
neuroanatomis (neuroanatomical findings), yaitu anak dengan gejala sebagai
berikut.
1.
Terjadinya ketidaknormalan pada temporal
lobe dan cerebellum.
2.
Terjadi ketidaknormalan pada beberapa
bagian otak yang melibatkan kognisi special. Dengan kata lain anak autistic mempunyai
ketidaknormalan pada amygdale (yaitu suatu area ada pada medial temporal lobe
yang khusus sebagai pusat informasi berkaitan dengan emosi). Hal ini dapat
mengakibatkan kendala dalam ekspresi wajah dan kerja sama atensi yang merupakan
fungsi kognitif sosial.
3.
Anak autistic mempunyai isi cerebral
atau berat otak lebih besar daripada anak yang mempunyai perkembangan normal. Kelebihan
tersebut mengacu pada adanya pengaruh whitemanner dalam otak. Terjadinya kelebihan
bukan pada saat dilahirkan, tetapi setelah masa perkembangan berikutnya.
4.
Adanya perbedaan brain lateralization (perbedaan
fungsi antara belahan kiri otak dan belahan kanan otak) antara penyandang
sindrom autistic dengan penyandang asperger’s syndrome (AD). Pada penyandang AD
ketidakmampuan fungsi-fungsi yang mengatur belahan kiri terjadi pada AD sehingga
mempunyai ketidaknormalan dalam dua daerah pada otak. Daerah yang tidak normal
aalah pada system limbic temporal lobe (termasuk di dalamnya amygdala) dan
daerah frontal lobe.
5.
Fungsi-fungsi yang berhubungan dengan
sisi kanan otak yang mengatur keterampilan otak dankemampuan visual spatial
seperti proses terjadinya emosi sosial dan penampilan wajah.
Banyak factor yang
dapat menyebabkan autistic, maka kenali factor tersebut agar dapat meminimalkan
potensi terjadinya anak menjadi autistic.
Sumber
: Buku Pendidikan Anak Autistik (Prof. Dr. Bandi Delphie, M.A., S.E.)
2 comments:
perpaduan antara background, gadget, serta tulisan-tulisannya sangat menarik shg dapat dibaca dengan jelas :)
Artikel sangat menarik ... terima kasih telah berbagi yaaa ?!
Post a Comment