Sunday, November 17, 2013

Faktor Biologis dapat Berpengaruh pada Terjadinya Anak Autistik


            Banyak faktor yang dapat menyebabkan anak menjadi autis, salah satunya adalah factor biologis. Kali ini saya akan memaparkan  tentang salah satu faktor yang dapat menimbulkan autistic. Faktor-faktor biologis tersebut adalah sebagai berikut :
a.       Faktor lingkungan (environmental factors), misalnya penyakit rubella yang diidap ibu yang sedang hamil dapat meningkatkan terjadinya janin dengan sindrom autistic.
b.      Faktor genetika (genetic factors) yaitu factor yang memegang peranan penting terjadinya anakautistik. Perbandingan antara orangtua yang mempunyai anak autistic dan orantua yang anaknya normal adalah 15:30. Populasi umum terhadap anak kembar antara 36% hingga 91% untuk Mz (Monozygotic twins) dan 0% hingga 5% untuk Dz (dyzigotic twins). Ada juga pasangan kembar autistic laiinya yang mempunyai beberapa karakteristik dengan tingkat yang lebih rendah, yaitu autism phenotype yang memiliki cirri-ciri kognitifnya lemah, perkembangan berbahasanya terlambat, dan mempunyai hendaya sosial yang terus-menerus.
c.       Factor neuropsikologis (neuropsychological factors), anak dengan sindrom autistic atau kelainan pervasive (bersidat menetap)banyak dipengaruhi fungsi-fungsi psikologisnya.

d.      Penemuan-penemuan neurokemis (neurochemical findings), yaitu gejala ketidaknormalan pada neurotransmitters (pesan-pesan yang bersifat khusus yang bertanggung jawab dalam komunikasi di antara sesl-sel saraf). Pada penderita ini disarankan untuk menggunakan obat-obatan seperti serotonin, dopamine, norepinephrine, dan endorphines. Pada penelitian Poistan Emission Tomography (PET) ditemukan bahwa metabolism glukosa dalam otak anak autistic sangat tinggi (Chugani, 2000 dalam Wenar, C. dan Kerig, P., 2006: 142).
e.       Penemuan-penemuan neuroanatomis (neuroanatomical findings), yaitu anak dengan gejala sebagai berikut.
1.      Terjadinya ketidaknormalan pada temporal lobe dan cerebellum.
2.      Terjadi ketidaknormalan pada beberapa bagian otak yang melibatkan kognisi special. Dengan kata lain anak autistic mempunyai ketidaknormalan pada amygdale (yaitu suatu area ada pada medial temporal lobe yang khusus sebagai pusat informasi berkaitan dengan emosi). Hal ini dapat mengakibatkan kendala dalam ekspresi wajah dan kerja sama atensi yang merupakan fungsi kognitif sosial.
3.      Anak autistic mempunyai isi cerebral atau berat otak lebih besar daripada anak yang mempunyai perkembangan normal. Kelebihan tersebut mengacu pada adanya pengaruh whitemanner dalam otak. Terjadinya kelebihan bukan pada saat dilahirkan, tetapi setelah masa perkembangan berikutnya.
4.      Adanya perbedaan brain lateralization (perbedaan fungsi antara belahan kiri otak dan belahan kanan otak) antara penyandang sindrom autistic dengan penyandang asperger’s syndrome (AD). Pada penyandang AD ketidakmampuan fungsi-fungsi yang mengatur belahan kiri terjadi pada AD sehingga mempunyai ketidaknormalan dalam dua daerah pada otak. Daerah yang tidak normal aalah pada system limbic temporal lobe (termasuk di dalamnya amygdala) dan daerah frontal lobe.
5.      Fungsi-fungsi yang berhubungan dengan sisi kanan otak yang mengatur keterampilan otak dankemampuan visual spatial seperti proses terjadinya emosi sosial dan penampilan wajah.


Banyak factor yang dapat menyebabkan autistic, maka kenali factor tersebut agar dapat meminimalkan potensi terjadinya anak menjadi autistic.

Sumber : Buku Pendidikan Anak Autistik (Prof. Dr. Bandi Delphie, M.A., S.E.)

2 comments:

Unknown said...

perpaduan antara background, gadget, serta tulisan-tulisannya sangat menarik shg dapat dibaca dengan jelas :)

nila said...

Artikel sangat menarik ... terima kasih telah berbagi yaaa ?!