Sunday, November 17, 2013

Bagaimana Perkembangan Sekolah Inklusif Di Negeri Kita Indonesia ?

Pendidikan Inklusif di Indonesia baru berkembang sejak tahun 2000an. Pendidikan Insklusif diupayakan dapat berkembang dan diterapkan ke sekolah-sekolah regular agar tidak ada jurang pemisah antara ABK dengan anak-anak normal.
Mengingat perundang-undangan RI yang menyatakan adanya kesamaan HAM untuk mendapatkan pendidikan yang maksimal serta perlakuan yang sama, antara ABK dengan anak normal pada umumnya.
Kesamaan HAM tentang pendidikan Inklusif ini sangat didukung dengan adanya pendapat dari :
-          Stainback (1990) Sekolah Inklusif adalah Sekolah yang menampung semua siswa di kelas yang sama.
-          Staub dan Peck (1995) mengemukakan bahwa Pendidikan Inklusif adalah Penempatan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tingkat ringan, sedang dan berat, secara penuh di kelas reguler.
-          Sapon-Shevin (O’ Neil 1995) menyatakan bahwa Pendidikan inklusif sebagai sistem layanan pendidikan yang mempersyaratkan agar ABK dilayani di sekolah-sekolah terdekat, di kelas reguler bersama-sama teman seusianya.
            Dalam hal ini, peran pemerintah, sekolah, masyarakat, orangtua termasuk ABK itu sendiri  sangat dibutuhkan, karena  dalam realitanya masih banyak  kendala. Diantaranya adalah banyak sekolah reguler yang belum siap menyelenggarakan pendidikan inklusif karena menyangkut sumber daya yang terbatas, dan sekolah khusus/SLB dianggap lebih efektif karena diikuti anak yang sejenis. Banyak juga anggapan bahwa ABK tidak mampu mengikuti sekolah regular bersama anak-anak normal seusianya.
            Minimnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang sekolah inklusif, akan menambah kendala untuk menggencarkan sekolah Inklusif bagi ABK, diperlukan sosialisasi yang lebih dari pemerintah mengenai sekolah Inklusif sehingga dapat mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya sekolah Inklusif bagi ABK untuk pendidikan yang sama dengan anak-anak normal seusianya. Serta diharapkan pemerintah mempersiapkan sekolah-sekolah inklusif dengan baik, agar tidak terjadi pembeda antara ABK dengan anak-anak seusianya.

 Sumber :                http://tp11021.blogspot.com/2012/06/artikel-spn.html

http://melaticeria.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=21&Itemid=9

3 comments:

Unknown said...

desain blognya bagus, artikelnya menarik... lanjutkan. :)

Unknown said...

artikelnya sangat bagus dan bermanfaat bagi sesama dan sehingga saya luangkan waktu sejenak untuk membacanya :-D

Unknown said...

artikel yang ini tidak membahas anak autis tapi sekolah inklusi sangat berguna bagi anak autis,,,sippp bgd