Resiko
menjadi penyandang autistik pasti ada, hal tersebut terjadi karena adanya faktor-faktor
pemicu. Prevalensi anak penyandang autistik tidak berkaitan dengan tingkat
kelas sosial tertentu atau etnik tertentu seperti yang diperoleh dari
penelitian-penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa anak dengan sindrom autistik
terjadi pada keluarga dengan tingkat sosial yang tinggi (Wenar, C. dan Kerig,
P., 2006:131).
Gender merupakan faktor risiko yang
paling signifikan. Oleh karena itu, perbandingan yang terkena risiko sindrom autistik
antara laki-laki dan perempuan mempunyai perbandingan tiga atau empat laki-laki
berbanding satu perempuan (Alloy, L. B., 2005: 500; Wenar, C. dan Kerig, P.,
2006:131).
Menurut Wing, L.(1991), rasio anak laki-laki
terhadap anak perempuan perbandingannnya berkisar dua berbanding satu (dalam
Wenar, C. dan Kerig, P., 2006: 132). Dari hasil penelitian lainnya, ternyata
risiko terjadinya ketunagrahitaan sama dengan anak penyandang sindrom autistik.
Perempuan yang menyandang sindrom autistic
tingkat kelainannya lebih berat jika dibandingkan dengan laki-laki penyandang
kelainan sindrom autistic. Perempuan penyandang autistic yang tidak mempunyai
kelainan penyerta tunagrahita mempunyai masalah sedikit lebiih berat
dibandingkan dengan laki-laki penyandang sindrom autistic yang tidak mempunyai
kelainan penyerta tunagrahita (Klin dan Volkenar, 1999 dalam Alloy, L. B.,
2005: 500).
Faktor resiko lain sindrom autistic adalah
kemunculan suatu kelainan pada anak kembar. Menurut Gillberg dan Colemen (2000
dalam Alloy, L. B., 2005:500) pasangan anak kembar prevalensi autistic diperkirakan
antara 2% hingga 5%. Tingkat risiko ini lebih besar dan tinggi jika
dibandingkan dengan penyandang sindrom autistic pasangan kembar dizygotic
(Hodapp dan Dykens, 1996; Klinger dan Dawson, 1996; Szymanski dan Kaplan, 1997
dalam Alloy, L. B., 2005: 500).
Sumber : Buku Pendidikan Anak Autistik (Prof. Dr. Bandi Delphie, M.A., S.E.)
1 comment:
artikel-artikel dalam blog ini cukup bagus, hanya saja penataan gadget-gadgetnya kurang tertata rapi.
Post a Comment